SELAMAT DATANG DI GUDANG ILMU PENGETAHUAN
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

18 April 2014

Manajer Sepakbola Yang Cantik


    Dia kerap dipanggil Ai, mengawali karirnya sejak terpilih menjadi Miss Tourism ke Tujuh, pada tahun 2009, dan sejak saat itu Ai mendapatkan tawaran dalam dunia akting. Pada tahun 2011 Ai sudah membintangi 3 film seri, dan sebagai artis pembantu dalam beberapa film. Putri dari Ai Yakang, seorang kepala Pemimpin Sichuan Petrochemical Co, Ltd, sebuah perusahaan yang di bidang minyak pelumas, menjadi manajer Sichuan Lidashi Football Club.

    Pada saat melakukan pidato pertamanya didepan para pemain ia berkata jika ia bukanlah seorang ahli sepakbola, tapi ia akui jika para pemainnya sangatlah aktif bermain. Pastinya, kehadirannya bukan sekadar mencari sensasi. Ia sendiri ingin membantu klubnya untuk meraih prestasi, dan diharapkan dengan kehadirannya dapat membantu publisitas klubnya tersebut.

    Club sepak bola Sichuan Lidashi Football Club sendiri sebenarnya tim sepak bola yang baru saja dibentuk. Namun tim ini sudah memiliki pelatih dan manajemen yang sangat baik. Terbukti dari hasil pertandingan selama ini yang begitu memuaskan. Selain menjadi manajer, Ai Ru juga bertindak sebagai juru bicara serta duta dari club yang dipimpinnya. Memiliki manajer wanita cantik, cerdas, dan ramah menjadi suntikan tersendiri bagi tim sepak bola ini. Ai Ru sendiri juga membuktikan bagaimana kinerjanya memimpin tim sepak bola ini. Cantik yang mempesona bukan sekedar dari penampilan, tetapi Ai Ru membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras membuatnya merasa lebih cantik.

READ MORE →

17 April 2014

Klub Eropa Dengan Rekor Tidak Terkalahkan


1.         Hamburg SV - 36 Laga Unbeaten
16 Januari 1982 - 29 Januari 1983
 Generasi emas Hamburg di awal dekade 80-an sempat mengguncang Eropa dengan menorehkan 36 laga tak terkalahkan. Di bawah arahan pelatih legendaris Austria Ernst Happel, Hamburg yang dimotori Felix Magath, Lars Bastrup, dan Allan Hansen menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan di Jerman.

2.         Real Sociedad - 38 Laga Unbeaten
29 April 1979 - 4 Mei 1980
 Pelatih Alberto Ormaetxea pernah membawa Real Sociedad mencatatkan rekor unbeaten impresif dalam 38 laga beruntun di akhir dekade 70-an, ironisnya mereka gagal menjuarai liga pada musim tersebut. Namun La Real membayar tuntas rasa penasaran mereka dengan meraih gelar juara La Liga dua musim berikutnya.

3.         Chelsea - 40 Laga Unbeaten
23 Oktober 2004 - 6 November 2005
 Di musim perdananya menangani Chelsea, Jose Mourinho langsung memberikan bukti bahwa ia memang The Special One. Mewarisi skuat Claudio Ranieri dan mendapatkan dukungan penuh dari Owner Roman Abramovich, The Blues melaju 40 laga tak terkalahkan pada periode 2004 sampai 2005.

4.         Fiorentina - 40 Laga Unbeaten
17 April 1955 - 3 Juni 1956
 La Viola meraih Scudetto pertama mereka di tahun 1956 berkat penampilan super tim yang dipimpin Fulvio Bernardini. Mengandalkan duet bomber Amerika Latin, Miguel Montuori dan Julinho, Fiorentina mampu mencatatkan 40 laga tak terkalahkan sekaligus menyelesaikan kompetisi dengan unggul 12 poin dari AC Milan di posisi kedua.

5.         Nottingham Forest - 42 Laga Unbeaten
26 November 1977 - 9 Desember 1978
 Saat mencatatkan 42 laga unbeaten pada periode 1977-1978, Forest memenangkan satu-satunya gelar juara Liga Inggris dalam sejarah klub. Manajer legendaris Brian Clough mampu meracik Forest yang berstatus sebagai tim promosi menjadi kampiun sekaligus mengorbitkan sejumlah nama tenar seperti Peter Shilton, Viv Anderson, Martin O'Neill, dan Gary Birtles.

6.         Arsenal - 49 Laga Unbeaten
7 Mei 2003 - 24 Oktober 2004
 Skuat Arsenal yang melaju 49 laga tak terkalahkan dikenang sebagai The Invincibles, salah satu tim terbaik di era Premier League. Arsene Wenger mampu meracik tim yang sangat atraktif dan mampu memenangkan pertandingan dengan indah. Pada era ini sejumlah legenda klub bermain bersama, seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Patrick Viera.

7.         Juventus 49 Laga Unbeaten
15 Mei 2011 - 3 November 2012
 Pelatih minim pengalaman Antonio Conte di luar dugaan mampu menyulap Juventus yang merupakan tim kuda hitam menjadi skuat yang dominan di Serie A. Bianconeri yang finish di urutan tujuh selama dua musim beruntun berubah menjadi tim yang menjuarai Scudetto dua musim berturut-turut, dengan catatan apik 49 laga di musim pertama Conte memimpin.

8.         Ajax Amsterdam - 52 Laga Unbeaten
28 Agustus 1994 - 14 Januari 1996
 Salah satu generasi terbaik Ajax Amsterdam mencatatkan tinta emas dalam sejarah sepakbola dunia pada periode 1994 sampai 1996. Ditangani oleh pelatih bertangan dingin, Louis Van Gaal, pasukan muda Der Amsterdammers mampu mencatatkan 52 laga tak terkalahkan. Sejumlah legenda Timnas Belanda memperkuat Ajax kala itu, sebut saja Danny Blind, De Boer bersaudara, Michael Reiziger, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, Marc Overmars, dan Edwin van der Sar.

9.         Porto - 52 Laga Unbeaten
29 Januari 2012 - 30 November 2013
 Vitor Pereira memang hanya dua musim membesut Porto, namun ia berhasil menjuarai Liga Portugal dua kali berturutan. Tak hanya itu, ia juga meramu skuat yang diperkuat oleh pemain sekaliber Hulk, James Rodriguez, dan Joao Moutinho menjadi tim yang dominan di Portugal dengan total 52 laga tak terkalahkan.

10.     Bayern Munchen - 53 Laga Unbeaten
28 Oktober 2012 - 5 April 2014
 Meneruskan tongkat estafet kepelatihan dari Jupp Heynckess, Josep Guardiola membawa Bayern Munich menjadi kekuatan tunggal di Jerman. Generasi emas Die Roten sebenarnya berpeluang besar untuk memecahkan rekor unbeaten terpanjang di Eropa, namun kebijakan rotasi setelah tim memastikan gelar juara Bundesliga berujung pada kekalahan mengejutkan 0-1 dari Augsburg akhir pekan lalu.

11.     Porto - 55 Laga Unbeaten
28 Februari 2010 - 29 Januari 2012
 Andre Villas-Boas mulai dikenal sebagai pelatih muda jenius saat menukangi Porto. Ia membangun pondasi tim yang kuat dengan menjadikan Radamel Falcao sebagai ujung tombak utama. Hasilnya, Porto tak tersentuh kekalahan sama sekali di musim 2010-11. Catatan tersebut sempat diperpanjang selama setengah musim oleh suksesornya, Vitor Pereira.

12.     Benfica - 56 Laga Unbeaten
24 Oktober 1976 - 1 September 1978
 Kehadiran pelatih asal Inggris, John Mortimore membawa dampak masif bagi Benfica. Mereka berhasil melaju tak terkalahkan dalam 56 laga. Menjadi juara di musim 1976-77, Benfica harus menelan pil pahit di musim selanjutnya setelah harus puas berada di posisi runner up di bawah Porto. Musim itu mereka tak terkalahkan sementara Porto mengalami satu kekalahan, namun jumlah poin merka sama-sama 51 poin dan Benfica harus merelakan gelar juara karena kalah produktivitas gol.

13.     AC Milan - 58 Laga Unbeaten
26 Maret 1991 - 21 Maret 1993
 Berangkat dengan pengalaman melatih yang masih nol, Fabio Capello di luar dugaan mampu membawa Milan sebagai tim dengan catatan 58 laga unbeaten yang terbentang dalam dua tahun.

 Lini belakang Milan saat itu disesaki difensore legendaris seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Mauro Tassotti, dan Frank Rijkaard. Di lini tengah bercokol nama handal seperti Demetrio Albertini, Dejan Savicevic, Roberto Donadoni, Ruud Gullit, dan Zvominir Boban. Sementara lini depan mereka diisi pemain kelas wahid macam Marco Van Basten, Daniele Massaro, Marco Simone, dan Jean-Pierre Papin

 Skuat Gli Invicibili tercatat sebagai tim dengan rekor unbeaten terlama sampai saat ini.


READ MORE →

8 April 2014

Profesi Unik Pemain Sepak Bola


Dalam dunia sepakbola, banyak pesepakbola yang mendapatkan gaji selangit dari klub yang dibelanya setiap pekannya, dengan uang sebanyak itu banyak pesepakbola menggunakannya untuk berbagai hal termasuk untuk berinvestasi membuka bisnis sampingan, berikut beberapa pesepakbola yang berinvestasi membuka bisnis sampingan


Tidak sedikit pesepakbola yang memiliki pekerjaan sampingan di luar lapangan hijau. Ada yang biasa-biasa saja, dan sebagian ada yang unik serta menarik. Siapa sajakah mereka?

 Berikut 6 pesepakbola dengan pekerjaan sampingan yang unik seperti dilansir Bleacher Report:

1.         Gheorghe Popescu
Pernah menjadi kapten Barcelona dan bermain untuk Tottenham Hotspur, PSV Eindhoven serta Galatasaray. Namun, siapa sangka Popescu pernah menjadi mata-mata di awal karier sepakbolanya.
 Ya, Popescu pernah menjadi mata-mata badan intelejen Rumania, Securitate, ketika masih memperkuat Universitatea Craiova. Tugas Popescu waktu itu adalah menyuplai informasi apakah ada pesepakbola yang menjadi pembelot negara.
 Universitatea Craiova merupakan tim sepakbola bentukan tentara nasional Rumania. Pada 1988, Popescu dipinjamkan Craiova ke Steaua Bucuresti. Ketika itu sejumlah pemain Steaua dirumorkan terlibat pemberontakan.

2.         Morten Gamst Pedersen
Pedersen merupakan salah satu gelandang elegan yang pernah dimiliki timnas Norwegia. Tapi, tahukah Anda kegiatan Pedersen di luar lapangan? Pemain Blackburn Rovers itu ternyata frontman boy band asal Norwegia, The Players. Pedersen membentuk The Players bersama sejumlah pesepakbola lainnya, Freddy dos Santos, Raymond Kvisvik, Kristofer Hæstad dan Oyvind Svenning, pada 2006.

 Lucunya, satu-satunya single yang dikeluarkan The Players adalah lagu berjudul "This Is For Real". Lagu tersebut menjadi hits di sejumlah negara Skandinavia. Semua uang hasil penjualan lagu tersebut didonasikan ke Palang Merah Internasional.

3.         Ray Wilson
Wilson merupakan bek kiri yang mengantarkan Inggris menjuarai Piala Dunia 1966. Setelah pensiun pada 1971, Wilson sempat menangani Bradford City sejenak. Di tahun yang sama, mantan pelatih Everton itu langsung memulai bisnis jasa penguburan mayat, pekerjaan yang digelutinya sebelum menjadi pesepakbola profesional. Bahkan, perusahaan jasa penguburan mayat Wilson di Huddersfield meraih sukses. Wilson pensiun di bidang itu pada 1997.

4.         Steve Savidan
Pada 13 November 2008, Savidan membuat sensasi di sepakbola Prancis. Ya, striker yang ketika itu memperkuat Caen ini dipanggil pelatih Raymond Domenech untuk menghadapi Uruguay di laga persahabatan. Savidan yang saat itu berusia 30, main di babak kedua. Laga melawan Uruguay menjadi satu-satunya caps Savidan bersama Les Blues.

 Savidan mengaku bangga dengan pencapaiannya tersebut. Pasalnya, empat tahun sebelumnya Savidan pernah bekerja sebagai tukang sampah ketika bermain untuk klub Divisi 6 Liga Prancis, Angoulême CFC.

 "Saya lahir di waktu yang sama. Saya dari generasi yang sama dengan Thierry Henry dan Nicolas Anelka. Ketika itu, Anda harus punya tinggi di atas 180cm untuk bisa dipilih, sedangkan saya di bawahnya," ujar Savidan.

5.         Vinnie Jones
Jones memiliki karier yang cukup berimbang di dunia sepakbola dan film. Mantan gelandang timnas Wales itu memiliki pengalaman segudang di Premier League ketika memperkuat Chelsea dan Wimbledon. Jones juga meraih gelar Piala FA 1988.
 Sedangkan di dunia hiburan, Jones bukan aktor sembarangan. Jones pernah membintangi film Hollywood seperti Snatch, Gone in 60 Seconds, Swordfish, X-Men: The Last Stand, Kill The Irishman, hingga Madagascar 3: Europe's Most Wanted

6.         Socrates
Socrates merupakan salah satu legenda sepakbola Brasil. Di luar lapangan, pemain yang wafat pada 4 Desember 2011 itu meraih pencapaian yang jarang dilakukan pesepakbola.
 Ya, mantan pemain Fiorentina itu merupakan dokter lulusan Faculdade de Medicina de Ribeirão Preto. Hebatnya, Socrates meraih gelar dokter saat masih aktif bermain sepakbola. Setelah pensiun, Socrates membuka praktek di Rumah Sakit Ribeirão Preto

7.         Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo membuka butik pertamanya lima tahun silam di kota kelahirannya, Funchal, Madeira. Bintang sepakbola yang kerap berganti pasar ini juga bisnis di properti. Namun, kendaraan mewah sekelas Ferrari dan Lamborghini masih sebatas koleksi, belum bisnis.

 Setelah butik pertama, gerai kedua dibuka di Lisbon, Portugal. Butik yang menggunakan merek CR7, Cristiano Ronaldo dengan nomor punggung 7 itu, sudah merambah ke Madrid, tempatnya mengukir prestasi di lapangan hijau saat ini. “Saya sangat menyukai fashion,” kata Ronaldo. “CR7 adalah cermin diri saya.”

 Ronaldo terjun ke bisnis fashion dengan alasan senang tampil trendi. Pria kelahiran 5 Februari 1985 ini pernah menjadi simbol produk ternama seperti Emporio Armani. CR7 merupakan singkatan Cristiano Ronaldo dan nomor punggung ketika dia membela klub Manchester United. Itulah merek butiknya yang sudah sampai ke Madrid, Spanyol.

8.         Rio Ferdinand
Rio Ferdinand adalah salah satu contoh paling sukses dalam dunia kuliner untuk ukuran SEOrang pesepakbola. Adapun, pemain Manchester United itu merupakan salah satu pemilik dari sebuah restoran bernama Rosso, yang berada di pusat kota Manchester.

 Untuk urusan yang satu ini, para pendukung United tentu sudah tahu mengenai restoran yang dikawal oleh Rio Ferdinand. Benar saja, sang pemain kerap men-tweet kedainya guna membagi informasi kepada khalayak luas.

 Dibuka pada November 2009, dengan tujuan utama untuk menawarkan pengalaman restoran Italia, Rosso lantas menggembar-gemborkan diri sebagai warung yang mewah, stylish, dan sederhana.

 Menu yang ada di restoran itu pun terbilang otentik, disertai dengan harga yang tidak terlalu mahal, ‘good food at a good price’, begitulah review seperti yang dikeluarkan whathappenedlastnight.

 Sebagai contoh, seporsi margarita pizza, dihargai mulai dari £6.5. Sementara, hidangan lain seperti pasta dibanderol dengan harga £6 sampai £10 . Selain makanan dengan harga yang terbilang murah untuk ukuran orang Inggris yang bergaji poundsterling, ada pula santapan yang tergolong wah di restoran ini.

 Dikisahkan, harga sepiring lobster bisa Anda dapatkan jika Anda memiliki uang di dompet sebesar £16.95 sampai £31.95, harga yang hampir sama dengan sebuah jersey 'KW'.

 Jika Anda benar-benar SEOrang jutawan, ada pula wine yang tergolong super harganya. Bernama ‘A Methuselah of Dom Perignon’, warung makan yang diwakili Ferdinand itu membanderol wine tersebut di kisaran harga £12 ribu.

9.         Jamie Carragher
Dibuka pada 7 Oktober 2007, restoran milik Carragher langsung bisa mencuri hati, terutama bagi kalangan penggemar bola. Adapun di Inggris sana, Cafe Sports Bar ini dinilai sebagai sebuah tempat yang nyaman dan memiliki banyak makanan enak.

 “Saya harap ini adalah tempat di mana orang-orang merasa nyaman, terlepas mereka datang dengan rekan-rekannya ataupun bersama anak-anak mereka. Ini adalah tempat di mana semua orang diterima, terutama anak-anak,” ujar Carragher kepada liverpooldailypost.

 Di sisi lain, konsep restoran mewah yang berada di 42 Stanley Street, Liverpool, Merseyside, L1 6AL itu juga mendapatkan pujian dari legenda The Reds lainnya, Steven Gerrard.

 “Saya kira ini luar biasa. Jamie telah menghabiskan banyak uangnya untuk anak-anak, dan sudah pasti ini adalah tempat untuk orang-orang membawa serta keluarga mereka. Saya sudah pasti akan membawa anak-anak saya ke sini, ini adalah tempat yang nyaman.”

 Di dalam restoran yang bernuansa sport itu, Anda bisa memesan beraneka ragam masakan, seperti pizza, pasta, dan daging panggang. Selain itu, ada pula 50 televisi plasma yang menyediakan tontonan event olahraga.

10.     Andrei Arshavin
Hingga kini tidak banyak yang tahu jika pemain arsenal, Andrei Arshavin, mempunyai label pakaiannya sendiri. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, Arshavin bukan hanya mempunyai sebuah clothing line tetapi juga merancang sendiri koleksinya tersebut.

 Rancangannya beragam mulai dari sport wear sampai pakaian kasual. Ia menyatakan bahwa Ia mendirikan clothing line tersebut atas dasar kecintaannya pada dunia tata busana, terutama pakaian wanita. Hal ini tentu saja terbilang ‘kurang lelaki’ untuk seorang pemain bola, hingga pada awalnya usaha ini ia jalankan secara sembunyi-sembunyi. Kini clothing line Arshavin merupakan salah satu yang terbesar di Rusia.

11.     David Beckham
David Beckham bisa dibilang sebagai bintang sepak bola paling stylish yang ada saat ini. Dari mulai pakaian yang ia kenakan, sepatu, sampai model rambutnya yang selalu up to date selalu menjadi idola banyak orang di dunia. Maka dari itu ketika hendak memulai usaha sampingan, pilihannya tentu saja tidak jauh-jauh dari dunia fesyen.

 Suami fashionista Victoria ini telah meluncurkan parfum pria dengan nama Homme by David Beckham pada September 2011 lalu. Menurut Beckham, Homme adalah wewangian yang wajib dimiliki oleh pria yang memperhatikan penampilan. Ia berharap parfum ini akan mengulang kesuksesan parfum sebelumnya yang digarap bersama sang istri.

12.     Andres Iniesta
bodega Iniesta adalah nama perusahaan produsen anggur (wine) milik gelandang Barcelona, Andres Iniesta. Iniesta memulai usaha keluarga ini pada pertengahan 2010 lalu. Ia mengucurkan kocek sebesar 9 juta Euro dan menyerahkan operasional perusahaan kepada sang ayah, Jose Antonio Iniesta. Bodega Iniesta memroduksi tiga jenis wine yang dipasarkan ke seluruh Eropa. Demi melancarkan bisnisnya, salah satu gelandang terbaik dunia ini juga berencana mengambil kursus bisnis.

 Kini perusahaan anggur miliknya tersebut menjadi sponsor klub Divisi Segunda (II) Spanyol Albateca Balompie. Albateca sendiri sangat berjasa dalam membentuk karier Iniesta menjadi pemain hebat pada masa awal karirnya.

13.     Clarence Seedorf
Mantan pemain AC Milan, Clarence Seedorf, membuka bisnis kulinernya di pusat kota mode ternama di Italia itu. Diberi nama Fingers, restoran milik pemain asal Belanda itu lantas mencoba untuk memadukan konsep Brasil dan Jepang, yang dibawa ke Milan.

 Di Milan sana, Fingers menjadi salah satu tempat yang favorit. Dan sebagai atlet, Seedorf meminta restorannya untuk selalu membuat makanan sehat yang dibuat oleh chef Roberto Okabe, di mana hidangan di sana tidak boleh terlalu banyak mengandung kalori.

 “Makanan yang luar biasa dan sebuah restoran yang sangat nyaman, sangat trendy. Sajian tuna atau salmon tartar begitu enak, dan Nido juga nikmat,” demikian penuturan ericm, SEOrang asal Milan.

 Untuk bisa mencoba makanan di sana, setidaknya Anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak. Pasalnya, harga di sana dipatok mulai dari $72 sampai $98. Jadi, sediakan uang yang cukup ya hehehe

READ MORE →

29 Maret 2014

Para pesepakbola "One-Hit Wonders"


Semua tentu ingin menjadi pemenang, bintang dan jawara. Tetapi setelah itu tercapai, apakah kemenangan itu akan terjaga kesinambungannya? Belum tentu. Itulah gambaran sekilas mengenai fenomena "One-Hit Wonders". Terminologi ini pertama kali merujuk pada bintang baru di dunia hiburan yang demikian cepat melejit ke puncak sukses tetapi gagal begitu harus mempertahankannya. Di kesempatan berikutnya, ia tidak mampu mengulang sukses yang sama yang telah diraih sebelumnya.

1.         Terry Cooke
Member class of '92. Lebih banyak ngabisin karirnya di MLS

2.         Oleg Salenko
Di World Cup 1994 doi main di timnas Rusia. Dan gilanya, doi nyetak rekor yang sampai sekarang belum bisa dipecahin; Cetak 5 gol dalam 1 pertandingan, dan lucunya setelah rekor tersebut, doi gak pernah dipilih lagi main untuk timnas Rusia

3.         Dong Fangzhuo
Direkrut United tahun 2004, selanjutnya di ping-pong (pinjam) ke banyak club sebelum akhirnya balik ke China 2008

4.         Mario Stanic
Dibeli dari Lazio tahun 2000. Doi cetak 2 gol di debutnya, salah satunya gol volley dari jarak jauh, sejak itu doi jadi hot issue di London. Sayang, sampai 4 tahun selanjutnya, doi gak bisa menuhin ekspektasi. Cuma main 58 kali dan nyetak 5 gol.

5.         Milan Jovanovic
Tahun 2009, doi nolak tawaran Real Madrid. Setahun kemudian doi gabung ke Liverpool, dan nyetak.....2 gol

6.         Salvatore Schillaci
Ayo.. Tifosi era 90an ada yang tau ini gak? Yup, he's Salvatore "Toto" Schillaci, hero of World Cup Italia 1990. Setelah musim sensasionalnya di Juventus, doi dipanggil masuk timnas Italia untuk WC 1990. Memulai turnamen sebagai "Bench Warmer", doi akhirnya bisa tembus ke tim utama dan mencetak 6 gol yang mengantarkannya meraih Golden Boot. Setelah itu? karir doi jarang terdengar lagi dan berakhir di Jubilo Iwata (Jepang).

7.         Sander Westerveld
Berperan cukup penting membantu Liverpool dalam meraih treble di musim 2000/2001. Setelah memutuskan pindah setelah itu, kabar doi gak pernah terdengar lagi

8.         Salif Diao
"Powerful, energetic, boundless enthusiasm and a box-to-box heart which would carry a team." Yup, itulah Salif Diao. Doi bersama Senegal berhasil menyingkirkan Perancis di World Cup 2002 yang notabene saat itu merupakan juara bertahan. Bos Livepool, Gerard Houllier akhirnya mantap mendatangkannya. Sayang doi tak pernah mencapai top performanya, doi cuma main 65 kali sepanjang 5 tahun dan banyak dipinjamkan ke club lain sebelum akhirnya dilepas dengan status bebas transfer.

9.         Freddy Adu
The next Pele. Lol

10.     Taribo West
Mantan pemain AC Milan dan Inter Milan. Lebih terkenal karena kasus pemalsuan umur

11.     Kleberson
World Cup winner. Salah satu pembelian terburuk Fergie.

12.     Yunani 2004 


READ MORE →

25 Maret 2014

Aksi FAIRPLAY Pemain Sepak Bola


1.         Oliver Kahn
Pada Final Liga Champion 2001, Bayern Munchen menghadapi Valencia di laga itu. Pada akhir babak Pertama, kiper Valencia, Canizares terjatuh dan mengangis. Sementara itu Kiper Bayern Munchen Oliver Kahn datang menghampirinya dan bertanya "Ada Apa Sobat?". Canizares sambil menangis dia menjawab "Ibuku Meninggal tadi pagi, aku sangat terpukul". Dengan Jiwa Ksatria Kahn Mencoba menghibur dan Berkata "Jangan Menangis Kawan, Ibumu sudah bahagia disana. dia tidak akan menyesal telah melahirkan seorang anak hebat yang akan menjadi legenda Sepertimu". Hal Itu membuat Canizares mampu berdiri dan Melanjutkan pertandingan.

2.         Cafu
Pemain belakang sekaligus mantan kapten Timnas Brazil Cafu melakukan hal yang cukup hebat, selain tidak Protes saat dia diberi kartu. Cafu Juga Menyalami Wasit

3.         Miroslav Klose

Striker Lazio ini, Melakukan Handball sebelum membuat Gol Kegawang lawan. Gol Tersebut dianggap sah. Namun Klose menghampiri wasit, meminta maaf dan mengaku salah.

4.         Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo, Pemain bernomor punggung 7 asal Protugal ini tak sengaja mematahkan tangan seorang Fans saat Tendangannya kurang terarah kegawang. Sebagai Permintaan maaf Ronaldo pun memberikan Kaosnya kepada Fans itu.

5.         Wayne Rooney

Serupa tapi beda sedikit dengan Ronaldo. Mantan rekannya Wayne Rooney pun mencederai seorang fans bocah saat tendangan Rooney Kurang mengarah ke gawang. Fans tersebut mengalami patah htangan, Rooney pun meminta maaf, mengajaknya berfoto, memberikan Jersey dan menanggung biaya pengobatan bocah tersebut.

6.         Samuel Eto’o
Mantan Punggawa Intermilan ini menunjukkan sikap luar biasa ketika ia mangikat talisepatu Lawannya

7.         Didier Drogba

Saat Chelsea berhasil menghalahkan Munchen di Final Liga Champion 2012. Mantan pemain Chelsea Didier Drogba melihat bastian Shcweinsteiger berlutut dan menangis. Drogba pun Memberinya hiburan. Selain Shcweinsteiger, Drogba Juga memeluk dan menghibur Arjen Robben

8.         Ashley Young

Winger MU yang kala itu tidak bertanding karena sedang mengalami cedera berhasil menyalamatkan bocah yang menjadi korban tabrak lari. Young Langsung Menelpon ambulance dan polisi untuk menangkap pelaku tabrak lari tersebut

9.         Antonio Valencia

Saat itu sedang ada Pertandingan Ekuador melawan Argentina, Salah seorang pemain Argentina bernama Mascherano harus diangkut keluar menggunakan Mobil, namun saat Mobil itu sedang menangkut Mascherano mobil itu mengalami masalah dan Valencia pemain Ekuador yang juga Punggawa Manchester United Mendorong Mobil itu keluar lapangan


READ MORE →