SELAMAT DATANG DI GUDANG ILMU PENGETAHUAN
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

17 April 2014

Klub Eropa Dengan Rekor Tidak Terkalahkan


1.         Hamburg SV - 36 Laga Unbeaten
16 Januari 1982 - 29 Januari 1983
 Generasi emas Hamburg di awal dekade 80-an sempat mengguncang Eropa dengan menorehkan 36 laga tak terkalahkan. Di bawah arahan pelatih legendaris Austria Ernst Happel, Hamburg yang dimotori Felix Magath, Lars Bastrup, dan Allan Hansen menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan di Jerman.

2.         Real Sociedad - 38 Laga Unbeaten
29 April 1979 - 4 Mei 1980
 Pelatih Alberto Ormaetxea pernah membawa Real Sociedad mencatatkan rekor unbeaten impresif dalam 38 laga beruntun di akhir dekade 70-an, ironisnya mereka gagal menjuarai liga pada musim tersebut. Namun La Real membayar tuntas rasa penasaran mereka dengan meraih gelar juara La Liga dua musim berikutnya.

3.         Chelsea - 40 Laga Unbeaten
23 Oktober 2004 - 6 November 2005
 Di musim perdananya menangani Chelsea, Jose Mourinho langsung memberikan bukti bahwa ia memang The Special One. Mewarisi skuat Claudio Ranieri dan mendapatkan dukungan penuh dari Owner Roman Abramovich, The Blues melaju 40 laga tak terkalahkan pada periode 2004 sampai 2005.

4.         Fiorentina - 40 Laga Unbeaten
17 April 1955 - 3 Juni 1956
 La Viola meraih Scudetto pertama mereka di tahun 1956 berkat penampilan super tim yang dipimpin Fulvio Bernardini. Mengandalkan duet bomber Amerika Latin, Miguel Montuori dan Julinho, Fiorentina mampu mencatatkan 40 laga tak terkalahkan sekaligus menyelesaikan kompetisi dengan unggul 12 poin dari AC Milan di posisi kedua.

5.         Nottingham Forest - 42 Laga Unbeaten
26 November 1977 - 9 Desember 1978
 Saat mencatatkan 42 laga unbeaten pada periode 1977-1978, Forest memenangkan satu-satunya gelar juara Liga Inggris dalam sejarah klub. Manajer legendaris Brian Clough mampu meracik Forest yang berstatus sebagai tim promosi menjadi kampiun sekaligus mengorbitkan sejumlah nama tenar seperti Peter Shilton, Viv Anderson, Martin O'Neill, dan Gary Birtles.

6.         Arsenal - 49 Laga Unbeaten
7 Mei 2003 - 24 Oktober 2004
 Skuat Arsenal yang melaju 49 laga tak terkalahkan dikenang sebagai The Invincibles, salah satu tim terbaik di era Premier League. Arsene Wenger mampu meracik tim yang sangat atraktif dan mampu memenangkan pertandingan dengan indah. Pada era ini sejumlah legenda klub bermain bersama, seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Patrick Viera.

7.         Juventus 49 Laga Unbeaten
15 Mei 2011 - 3 November 2012
 Pelatih minim pengalaman Antonio Conte di luar dugaan mampu menyulap Juventus yang merupakan tim kuda hitam menjadi skuat yang dominan di Serie A. Bianconeri yang finish di urutan tujuh selama dua musim beruntun berubah menjadi tim yang menjuarai Scudetto dua musim berturut-turut, dengan catatan apik 49 laga di musim pertama Conte memimpin.

8.         Ajax Amsterdam - 52 Laga Unbeaten
28 Agustus 1994 - 14 Januari 1996
 Salah satu generasi terbaik Ajax Amsterdam mencatatkan tinta emas dalam sejarah sepakbola dunia pada periode 1994 sampai 1996. Ditangani oleh pelatih bertangan dingin, Louis Van Gaal, pasukan muda Der Amsterdammers mampu mencatatkan 52 laga tak terkalahkan. Sejumlah legenda Timnas Belanda memperkuat Ajax kala itu, sebut saja Danny Blind, De Boer bersaudara, Michael Reiziger, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, Marc Overmars, dan Edwin van der Sar.

9.         Porto - 52 Laga Unbeaten
29 Januari 2012 - 30 November 2013
 Vitor Pereira memang hanya dua musim membesut Porto, namun ia berhasil menjuarai Liga Portugal dua kali berturutan. Tak hanya itu, ia juga meramu skuat yang diperkuat oleh pemain sekaliber Hulk, James Rodriguez, dan Joao Moutinho menjadi tim yang dominan di Portugal dengan total 52 laga tak terkalahkan.

10.     Bayern Munchen - 53 Laga Unbeaten
28 Oktober 2012 - 5 April 2014
 Meneruskan tongkat estafet kepelatihan dari Jupp Heynckess, Josep Guardiola membawa Bayern Munich menjadi kekuatan tunggal di Jerman. Generasi emas Die Roten sebenarnya berpeluang besar untuk memecahkan rekor unbeaten terpanjang di Eropa, namun kebijakan rotasi setelah tim memastikan gelar juara Bundesliga berujung pada kekalahan mengejutkan 0-1 dari Augsburg akhir pekan lalu.

11.     Porto - 55 Laga Unbeaten
28 Februari 2010 - 29 Januari 2012
 Andre Villas-Boas mulai dikenal sebagai pelatih muda jenius saat menukangi Porto. Ia membangun pondasi tim yang kuat dengan menjadikan Radamel Falcao sebagai ujung tombak utama. Hasilnya, Porto tak tersentuh kekalahan sama sekali di musim 2010-11. Catatan tersebut sempat diperpanjang selama setengah musim oleh suksesornya, Vitor Pereira.

12.     Benfica - 56 Laga Unbeaten
24 Oktober 1976 - 1 September 1978
 Kehadiran pelatih asal Inggris, John Mortimore membawa dampak masif bagi Benfica. Mereka berhasil melaju tak terkalahkan dalam 56 laga. Menjadi juara di musim 1976-77, Benfica harus menelan pil pahit di musim selanjutnya setelah harus puas berada di posisi runner up di bawah Porto. Musim itu mereka tak terkalahkan sementara Porto mengalami satu kekalahan, namun jumlah poin merka sama-sama 51 poin dan Benfica harus merelakan gelar juara karena kalah produktivitas gol.

13.     AC Milan - 58 Laga Unbeaten
26 Maret 1991 - 21 Maret 1993
 Berangkat dengan pengalaman melatih yang masih nol, Fabio Capello di luar dugaan mampu membawa Milan sebagai tim dengan catatan 58 laga unbeaten yang terbentang dalam dua tahun.

 Lini belakang Milan saat itu disesaki difensore legendaris seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Mauro Tassotti, dan Frank Rijkaard. Di lini tengah bercokol nama handal seperti Demetrio Albertini, Dejan Savicevic, Roberto Donadoni, Ruud Gullit, dan Zvominir Boban. Sementara lini depan mereka diisi pemain kelas wahid macam Marco Van Basten, Daniele Massaro, Marco Simone, dan Jean-Pierre Papin

 Skuat Gli Invicibili tercatat sebagai tim dengan rekor unbeaten terlama sampai saat ini.


READ MORE →

16 April 2014

Tragedi Hillsborough


    Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang mengakibatkan kematian para penonton sepak bola karena saling berjejalan pada tanggal 15 April 1989 di Hillsborough, yang menjadi kandang dari Sheffield Wednesday di kota Sheffield, Inggris. Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pendukung Liverpool F.C.). Jumlah korban meninggal tersebut tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam kecelakaan di stadium dalam sejarah Britania Raya dan tetap menjadi rekor tragedi terbesar yang berhubungan dengan stadion sepak bola di Britania Raya.

    Pada saat itu adalah pertandingan semi final Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest. Tragedi Hillsborough adalah peristiwa kerusuhan fans di stadion kedua yang melibatkan Liverpool F.C., setelah Tragedi Heysel pada 1985.

Hillsborough, Sheffield 15 April 1989

    Sekitar 15.000 suporter travelling fans berangkat lebih awal dari Liverpool dan berbondong-bondong menuju stadion Hillsborough, Sheffield. Mereka datang guna mendukung Liverpool yang akan segera menjalani partai semifinal piala FA 1989 menghadapi Nottingham Forest. Sabtu pagi yang cerah membawa atmosfer yang bagus dan semangat menggelora ditunjukkan para suporter untuk. Mereka tak mempedulikan bagaimana cara mereka datang ke Sheffield. Apakah menggunakan bus atau kereta api. mendukung Liverpool. Yang pasti semua supporter menggambarkan hari sabtu itu seperti hari karnaval. Hari itu, semua jiwa bersatu untuk mendukung Liverpool. Namun nampakanya semua akan berubah hanya dalam 1 jam saja. Liverpool pada saat itu diprediksikan akan dapat mengalahkan Nottingham Forest yang menjadi pesakitan tahun sebelumnya di tempat yang sama. Tiket pertandingan di Hillsborough yang biasanya tidak terjual habis, khusus hari itu, Liverpool yang menjadi alasan tiket terjual habis. Namun kacaunya panitia tidak memperhitungkan jumlah fans Liverpool yang datang dengan tempat di mana supporter Liverpool kelak ditempatkan. Tempat di mana akan menjadi saksi sejarah tragedi sepakbola terbesar di Inggris. “Ladang Kematian“ bernama The Lapping Lane. Panitia mengalokasikan kapasitas tempat untuk 14.000 ribu tribun berdiri di Lapping Lane yang notabene satu-satunya tribun kecil di sana. Yang lebih tidak masuk akal lagi, Polisi memilih memilih Spion Kop End yang memuat sekitar 21.000 orang untuk menampung supporter Nottingham. Logikanya, Daya tarik pertandingan tersebut ditujukkan untuk fans Liverpool, namun polisi lebih memilih "mengamakan" supporter Nottingham. Otomatis, salah persepsi para petugas keamana dan panitia setempat menjadi awal bencanannya. Suporter datang dengan jumlah yg sangat besar.
   The Lapping Lane hanya mampu memuat sekitar 14.600 orang, namun hari itu jumlah suporter yang datang sudah di luar perkiraan. Pukul 2 PM para suporter kedua belah kubu mulai berdatangan dalam jumlah besar dengan kawalan polisi berkuda setempat.

Suasana Di Gate C
 
      Kerumunan supporter menjadi alasan polisi setempat memperketat keamanan di sekitar stadion dan mengambil alih pengawasan para suporter. Pukul 2.30 pm , kerumunan sekitar pagar masuk semakin meluap saat Turnstile (pintu masuk berputar) dibuka. Aliran supporter Liverpool dengan jumlah besar masuk bagaikan longsoran manusia dan segera menempati tribun tersebut. Bisa dibayangkan 10.000 orang mengalir masuk ke dalam The Lapping Lane dengan hanya menyediakan 3 gerbang masuk dan 7 pintu masuk putar. Dipastikan ini sangat tidak kemanusiawian yang dapat mendeskripsikan keadaan saat itu dengan keadaan stadion yang penuh sesak dan pengap. Suporter Liverpool yang masih tertinggal diluar sekitar 2000-5000 orang berusaha merengsek masuk ke dalam stadion. diantaranya tanpa tiket. Menurut pengakuan petugas keamanan yang bertugas di luar stadion mengganggap desakan para supporter Liverpool masuk ke dalam stadion disebabkan karena banyak dari mereka yang dalam pengaruh alkohol dalam jumlah besar. Hal tersebut yang menjadi acuan utama para penyelidik untuk mengamati kronologi kejadian tersebut dan sebagai barang bukti utamanya. Namun pada akhirnya semuanya akan dibantah dan sangat tidak rasional saat semua suporter yg sangat antusias dituduh dalam pengaruh alkohol. Lanjut ke TKP, mendengar volume manusia yang berusaha masuk kedalam stadion semakin menggila dan untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Inspektur Marshal di sana yang hari itu bertugas,David Duckenfield memerintahakn untuk membuka gerbang C dimana sektor 3 dan 4 berada. Sektor 3 dan 4 yang saat itu sudah penuh sesak dengan fans yang sudah berada di dalamnya sebelumnya. Akibatnya Fatal Crush terjadi.....
   Sebelum David Duckenfield mampu memerintahkan official untuk menunda kick off, Aliran manusia dalam jumlah besar masuk tanpa mampu dihentikan. .Aliran manusia mengalir deras masuk ke gerbang C dan memenuhi blok tiga dan empat yang sudah dipenuhi oleh fans sebelumnya. Para supporter yang berada di kedua blok tersebut terdesak ke depan dan terjempit di antara pagar pembatas “ ladang kematian “ tersebut. Keputusan Duckenfield untuk membuka gerbang C sangat fatal akibatnya. Keputusan dia sangat terburu-buru. Logikanya seharusnya sebelum Duckenfield memutuskan untuk membuka gerbang C, dia harus meminta konfirmasi petugas yang berada di blok 3 dan 4 apakah kedua blok tersebut mampu menampung tambahan supporter atau tidak, namun semuanya terlambat.

   Akibatnya 96 fans Liverpool tewas terjepit, terinjak dan kehabisan oksigen di dalam ladang kematian tersebut. Rincian korbannya: 89 suporter pria dan 7 perempuan meninggal di tempat kejadian dan saat di bawa ke rumah sakit. Sepertiga dari korban meninggal berumur 20 tahun. Korban termuda adalah seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bernama Jon Paul Gilhooley yang merupakan sepupu dari Steven Gerrard. Korban meninggal banyak ditemukan di blok 3 dan korban cedera banyak di temukan disektor 3 dan sebagian sektor 4. Sekitar 730 di dalam dan 36 suporter di luar stadion menderita cedera ringan hingga parah seperti Brain Malfunction akibat kekurangan oksigen.
   Kisah memilukan terjadi kepada salah satu korban yang terakhir meninggal, Tony Bland. Tony Bland merupakan korban selamat yang meninggal 3 tahun setelah kejadian. Dia mengalami kerusakan otak parah akibat kekurangan oksigen saat terjepit diantara para fans. Tony Bland mengalami kerusakan otak yang memaksa dia hidup dalam setengah koma selama 3 tahun di rumah sakit. Pada 3 Maret 1993 dia meninggal di rumah sakit atas kesepakatan pihak keluarganya dan para doktor melalui cara "dipaksa meninggal" dan dia menjadi korban meninggal yang ke 96 dalam tragedi memilukan tersebut. Dia merupakan pasien pertama di Inggris yang diperbolehkan meninggal oleh hukum Inggris. Dia meninggal dengan cara asupan gizinya dihentikan.

 Akibat dari tragedi Hillsborough ini, tribun berdiri di seluruh stadion di Inggris tidak boleh diperkenankan lagi. Nah dari situlah, The Kop End Classic harus diruntuhkan dan digantikan tribun yang lebih layak.

READ MORE →

14 April 2014

Makna Warna Sabuk Pada Taekwondo


     Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do atau Taekwon-Do) adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade.

     Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.

     Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

1.         Putih melambangkan kesucian

awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1

2.         Kuning melambangkan bumi

disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.

3.         Hijau melambangkan hijaunya pepohonan

pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.

4.         Biru melambangkan birunya langit

yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.

5.         Merah melambangkan matahari

artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau

6.         Hitam melambangkan akhir

kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.


READ MORE →

25 Maret 2014

Aksi FAIRPLAY Pemain Sepak Bola


1.         Oliver Kahn
Pada Final Liga Champion 2001, Bayern Munchen menghadapi Valencia di laga itu. Pada akhir babak Pertama, kiper Valencia, Canizares terjatuh dan mengangis. Sementara itu Kiper Bayern Munchen Oliver Kahn datang menghampirinya dan bertanya "Ada Apa Sobat?". Canizares sambil menangis dia menjawab "Ibuku Meninggal tadi pagi, aku sangat terpukul". Dengan Jiwa Ksatria Kahn Mencoba menghibur dan Berkata "Jangan Menangis Kawan, Ibumu sudah bahagia disana. dia tidak akan menyesal telah melahirkan seorang anak hebat yang akan menjadi legenda Sepertimu". Hal Itu membuat Canizares mampu berdiri dan Melanjutkan pertandingan.

2.         Cafu
Pemain belakang sekaligus mantan kapten Timnas Brazil Cafu melakukan hal yang cukup hebat, selain tidak Protes saat dia diberi kartu. Cafu Juga Menyalami Wasit

3.         Miroslav Klose

Striker Lazio ini, Melakukan Handball sebelum membuat Gol Kegawang lawan. Gol Tersebut dianggap sah. Namun Klose menghampiri wasit, meminta maaf dan mengaku salah.

4.         Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo, Pemain bernomor punggung 7 asal Protugal ini tak sengaja mematahkan tangan seorang Fans saat Tendangannya kurang terarah kegawang. Sebagai Permintaan maaf Ronaldo pun memberikan Kaosnya kepada Fans itu.

5.         Wayne Rooney

Serupa tapi beda sedikit dengan Ronaldo. Mantan rekannya Wayne Rooney pun mencederai seorang fans bocah saat tendangan Rooney Kurang mengarah ke gawang. Fans tersebut mengalami patah htangan, Rooney pun meminta maaf, mengajaknya berfoto, memberikan Jersey dan menanggung biaya pengobatan bocah tersebut.

6.         Samuel Eto’o
Mantan Punggawa Intermilan ini menunjukkan sikap luar biasa ketika ia mangikat talisepatu Lawannya

7.         Didier Drogba

Saat Chelsea berhasil menghalahkan Munchen di Final Liga Champion 2012. Mantan pemain Chelsea Didier Drogba melihat bastian Shcweinsteiger berlutut dan menangis. Drogba pun Memberinya hiburan. Selain Shcweinsteiger, Drogba Juga memeluk dan menghibur Arjen Robben

8.         Ashley Young

Winger MU yang kala itu tidak bertanding karena sedang mengalami cedera berhasil menyalamatkan bocah yang menjadi korban tabrak lari. Young Langsung Menelpon ambulance dan polisi untuk menangkap pelaku tabrak lari tersebut

9.         Antonio Valencia

Saat itu sedang ada Pertandingan Ekuador melawan Argentina, Salah seorang pemain Argentina bernama Mascherano harus diangkut keluar menggunakan Mobil, namun saat Mobil itu sedang menangkut Mascherano mobil itu mengalami masalah dan Valencia pemain Ekuador yang juga Punggawa Manchester United Mendorong Mobil itu keluar lapangan


READ MORE →