SELAMAT DATANG DI GUDANG ILMU PENGETAHUAN
Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden. Tampilkan semua postingan

14 April 2014

Abraham Lincoln


    Abraham Lincoln (lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 – meninggal di Washington, D.C., 15 April 1865 pada umur 56 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan. Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS pertama yang dibunuh. Sebelum pelantikannya pada tahun 1860 sebagai presiden pertama dari Partai Republik, Lincoln berprofesi sebagai pengacara, anggota legislatif Illinois, anggota DPR Amerika Serikat, dan dua kali gagal dalam pemilihan anggota senat.

   Sebagai penentang perbudakan, Lincoln memenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 1860 dan kemudian terpilih sebagai presiden. Masa pemerintahannya diwarnai dengan kekalahan dari pihak Negara Konfederasi Amerika, yang pro perbudakan, dalam Perang Saudara Amerika. Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan perbudakan melalui Proclamation of Emancipation pada tahun 1863, dan menambahkan Pasal ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.

    Lincoln mengawasi perang secara ketat, termasuk pemilihan panglima perang seperti Ulysses S. Grant. Para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Lincoln mengorganisir faksi-faksi dalam Partai Republik dengan baik, membawa tiap pemimpin faksi ke dalam kabinetnya dan memaksa mereka bekerja sama. Lincoln berhasil meredakan ketegangan dengan Inggris menyusul Skandal Trent pada tahun 1861. Di bawah kepemimpinannya pihak Utara berhasil menduduki wilayah Selatan dari awal peperangan. Lincoln kemudian terpilih kembali sebagai presiden AS pada tahun 1864.

    Para penentang perang mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang menolak berkompromi terhadap perbudakan. Sebaliknya, kaum konservatif dari golongan Republikan Radikal, faksi pro penghapusan perbudakan Partai Republik, mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang lambat dalam penghapusan perbudakan. Walaupun terhambat oleh berbagai rintangan, Lincoln berhasil menyatukan opini publik melalui retorika dan pidatonya; pidato terbaiknya adalah Pidato Gettysburg. Mendekati akhir peperangan, Lincoln bersikap moderat terhadap rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Penggantinya, Andrew johnson, juga mendambakan persatuan kembali orang kulit putih, tapi gagal mempertahankan hak para budak yang baru dibebaskan. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika.

Masa kecil

    Abraham Lincoln dilahirkan di sebuah gubuk kecil di Kentucky, 12 Februari 1809. Orang tuanya miskin dan tidak berpendidikan. Lincoln sendiri hanya mengecap pendidikan selama kira-kira setahun, tetapi dalam waktu singkat ia dapat membaca, menulis dan berhitung. ketika ia beranjak dewasa ia berusaha keras untuk menambah pengetahuannya. Ia menggunakan sebaik-baiknya semua buku yang dapat dibacanya, akhirnya ia berhasil menjadi ahli hukum pada usia 28 tahun.

Sebelum menjabat presiden

    Ketika muda, Abraham Lincoln bekerja dalam berbagai bidang hukum. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara.

   Ia giat membela hak-hak para budak Afrika. Selama masa jabatannya, ada banyak budak di Selatan dan ia ingin para budak dibebaskan. Orang-orang tidak setuju dengan rencananya, membentuk Persatuan Selatan dan sebuah pasukan untuk berperang melawan pasukan Utara Lincoln pada Perang Utara-Selatan. Pasukannya memenangkan peperangan itu.

Masa kepresidenan

   Di tahun 1847, saat ia berusia 38 tahun, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika. Abraham Lincoln menjadi terkenal di seluruh negara sebagai orang politik, akibat perdebatannya dengan Stephen A. Douglas dalam kampanye pemilihan Senator Amerika tahun 1858. Sekalipun ia kalah dalam pemilihan senator, partai Republik memilihnya menjadi calon presiden dalam pemilihan tahun 1860. Saat itu Amerika Serikat hampir terpecah belah akibat masalah perbudakan.

  6 November 1860, Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat ke-16 dan sebulan kemudian, perang saudara Amerika antara negara-negara bagian di Utara dan negara-negara bagian di Selatan pecah. Walaupun ia membenci perang, Presiden Lincoln menerimanya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

   Pada pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan yang mengubah hajat hidup orang banyak di Amerika. Proklamasi itu menyatakan semua budak belian di negara-negara bagian ataupun daerah-daerah negara-negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863. Proklamasi itu mencetuskan semangat semua orang yang memperjuangkan kebebasan, dan menjadi pendorong ke arah penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat.

   Presiden Abraham Lincoln dipilih kembali pada 1864, di tengah-tengah kemenangan-kemenangan militer Amerika Serikat menuju berakhirnya Perang Saudara. Dalam merencanakan perdamaian Presiden Abraham Lincoln bersifat fleksibel dan bermurah hati. Ia mengajak orang-orang selatan yang memberontak untuk meletakkan senjata dan kembali ke Amerika Serikat. Semangat menjadi pedomannya jelas serupa dengan semangat pidato pelantikannya yang kedua. Kalimat ini terukir di salah satu dinding tugu peringatan Lincoln (Lincoln Memorial) di Washington DC yang berbunyi;

“Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita sekarang, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa.”

   Presiden Lincoln tertembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

   Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.

    Langkah pertamanya memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 saat ia berusia 23 tahun.Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang. Setelah itu,ia dipilih tiga kali berturut-turut setelahnya.

READ MORE →

11 April 2014

Andrew Johnson

    Andrew Johnson (lahir di Raleigh, North Carolina, 29 Desember 1808 – meninggal di Elizabethton, Tennessee, 31 Juli 1875 pada umur 66 tahun) adalah presiden Amerika Serikat yang ke-17 dan menjabat pada 1865 hingga 1869.[3] Berdasarkan konstitusi, Andrew Johnson yang menjabat sebagai Wakil Presiden dengan sendirinya menjadi presiden ketika Presiden Abraham Lincoln wafat dalam peristiwa pembunuhan. Ia juga adalah presiden Amerika Serikat yang menikah dalam usia termuda, pada hari pernikahannya, 5 Mei 1827, ia berumur 18 tahun sementara istrinya, Eliza McCardle, berumur 16 tahun.
 
Masa kecil
    Andrew Johnson dilahirkan pada 29 Desember 1808. Orang tuanya miskin. Ayahnya seorang penjaga pintu disebuah tempat penginapan, dan ibunya bekas pelayan di penginapan tersebut.
    Andrew Johnson tidak pernah belajar di sekolah, tetapi mulai belajar sendiri pada usia yang masih muda. Ketika muda ia bekerja pada seorang tukang jahit, dengan maksud untuk menjadi tukang jahit. Tetapi ia kemudian melarikan diri ke sebuah kota di Tennessee dan di tempat itu ia membuka sebuah toko penjahit pakaian.
 
Karier politik
     Andrew Johnson menikahi puteri tukang sepatu. Istrinya, yang berpendidikan baik, mendorong Andrew Johnson dalam usaha-usahanya untuk memerbaiki diri sendiri dengan belajar. Dengan segera ia berhasil mengumpulkan kecakapan-kecakapan dan nama baik di kalangan masyarakat sebagai warga terkemuka. Ia menaruh perhatian pada masalah-masalah kemasyarakatan dan pada akhirnya membawanya ke dunia politik. Ia menjadi anggota Dewan Kotapraja, kemudian menjabat sebagai wali kota, dan setelah itu wakil negara bagian dan senator.
   Pada usia 35 tahun ia menjadi anggota Kongres Amerika dan menjabatnya selama sepuluh tahun. Kemudian ia menjadi Gubernur Tennesse dan sesudah itu menjadi senator selama lima tahun.
 
Masa Kepresidenan
    Pada 15 April 1865, setelah wafatnya Presiden Lincoln karena pembunuhan. Andrew Johnson diangkat menjadi presiden.
   Selama masa jabatannya, dua amandemen ditambahkan dalam kongres Amerika. Amandemen yang ditambahkan adalah:
  • ·         Menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat dan menetapkan orang-orang negro sebagai warga negara Amerika, dan melarang diskriminasi terhadap mereka. Undang-undang ini dikenal sebagai undang-undang Hak Sipil tahun 1866.
  • ·         Tidak ada negara bagian yang boleh mencabut jiwa, kebebasan atau harta benda seseorang tanpa melalui hukum yang berlaku.
 
     Presiden Andrew Johnson adalah seorang anggota partai Demokrat, padahal Lincoln berasal dari Partai Republik. Ia tidak didampingi wakil presiden. Selama jabatannya, ia bertentangan keras dengan kongres, terutama anggota-anggota partai republik yang radikal. Golongan ini memegang peranan dalam memutuskan sebuah undang-undang, termasuk membatalkan veto seorang presiden. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kongres berhasil membatalkan keputusan presiden mengenai sebuah undang-undang penting.Mereka berusaha untuk membatasi secara ketat kekuasaan presiden dengan menetapkan sejumlah rancangan undang-undang dan ketika Presiden Andrew Johnson mengabaikan salah satu peraturan itu dengan memecat Menteri Perangnya, pemeriksaan pelanggaran dikenakan terhadapnya dan ia diadili oleh senat, tetapi dibebaskan dari tuduhan dengan perbedaan satu suara.
 
   Pada 1869 Presiden Andrew Johnson meninggalkan Gedung Putih dan kembali ke negara bagian Tennessee.
 
   Pada 1875, enam tahun setelah ia meninggalkan gedung putih, Andrew Johnson kembali ke Washington DC sebagai Senator. Ia meninggal dunia beberapa bulan kemudian pada tanggal 31 Juli 1875 setelah diserang penyakit lumpuh. Ia meninggalkan seorang isteri, tiga orang putera dan dua orang puteri.
READ MORE →