SELAMAT DATANG DI GUDANG ILMU PENGETAHUAN

11 April 2014

Andrew Johnson

    Andrew Johnson (lahir di Raleigh, North Carolina, 29 Desember 1808 – meninggal di Elizabethton, Tennessee, 31 Juli 1875 pada umur 66 tahun) adalah presiden Amerika Serikat yang ke-17 dan menjabat pada 1865 hingga 1869.[3] Berdasarkan konstitusi, Andrew Johnson yang menjabat sebagai Wakil Presiden dengan sendirinya menjadi presiden ketika Presiden Abraham Lincoln wafat dalam peristiwa pembunuhan. Ia juga adalah presiden Amerika Serikat yang menikah dalam usia termuda, pada hari pernikahannya, 5 Mei 1827, ia berumur 18 tahun sementara istrinya, Eliza McCardle, berumur 16 tahun.
 
Masa kecil
    Andrew Johnson dilahirkan pada 29 Desember 1808. Orang tuanya miskin. Ayahnya seorang penjaga pintu disebuah tempat penginapan, dan ibunya bekas pelayan di penginapan tersebut.
    Andrew Johnson tidak pernah belajar di sekolah, tetapi mulai belajar sendiri pada usia yang masih muda. Ketika muda ia bekerja pada seorang tukang jahit, dengan maksud untuk menjadi tukang jahit. Tetapi ia kemudian melarikan diri ke sebuah kota di Tennessee dan di tempat itu ia membuka sebuah toko penjahit pakaian.
 
Karier politik
     Andrew Johnson menikahi puteri tukang sepatu. Istrinya, yang berpendidikan baik, mendorong Andrew Johnson dalam usaha-usahanya untuk memerbaiki diri sendiri dengan belajar. Dengan segera ia berhasil mengumpulkan kecakapan-kecakapan dan nama baik di kalangan masyarakat sebagai warga terkemuka. Ia menaruh perhatian pada masalah-masalah kemasyarakatan dan pada akhirnya membawanya ke dunia politik. Ia menjadi anggota Dewan Kotapraja, kemudian menjabat sebagai wali kota, dan setelah itu wakil negara bagian dan senator.
   Pada usia 35 tahun ia menjadi anggota Kongres Amerika dan menjabatnya selama sepuluh tahun. Kemudian ia menjadi Gubernur Tennesse dan sesudah itu menjadi senator selama lima tahun.
 
Masa Kepresidenan
    Pada 15 April 1865, setelah wafatnya Presiden Lincoln karena pembunuhan. Andrew Johnson diangkat menjadi presiden.
   Selama masa jabatannya, dua amandemen ditambahkan dalam kongres Amerika. Amandemen yang ditambahkan adalah:
  • ·         Menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat dan menetapkan orang-orang negro sebagai warga negara Amerika, dan melarang diskriminasi terhadap mereka. Undang-undang ini dikenal sebagai undang-undang Hak Sipil tahun 1866.
  • ·         Tidak ada negara bagian yang boleh mencabut jiwa, kebebasan atau harta benda seseorang tanpa melalui hukum yang berlaku.
 
     Presiden Andrew Johnson adalah seorang anggota partai Demokrat, padahal Lincoln berasal dari Partai Republik. Ia tidak didampingi wakil presiden. Selama jabatannya, ia bertentangan keras dengan kongres, terutama anggota-anggota partai republik yang radikal. Golongan ini memegang peranan dalam memutuskan sebuah undang-undang, termasuk membatalkan veto seorang presiden. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kongres berhasil membatalkan keputusan presiden mengenai sebuah undang-undang penting.Mereka berusaha untuk membatasi secara ketat kekuasaan presiden dengan menetapkan sejumlah rancangan undang-undang dan ketika Presiden Andrew Johnson mengabaikan salah satu peraturan itu dengan memecat Menteri Perangnya, pemeriksaan pelanggaran dikenakan terhadapnya dan ia diadili oleh senat, tetapi dibebaskan dari tuduhan dengan perbedaan satu suara.
 
   Pada 1869 Presiden Andrew Johnson meninggalkan Gedung Putih dan kembali ke negara bagian Tennessee.
 
   Pada 1875, enam tahun setelah ia meninggalkan gedung putih, Andrew Johnson kembali ke Washington DC sebagai Senator. Ia meninggal dunia beberapa bulan kemudian pada tanggal 31 Juli 1875 setelah diserang penyakit lumpuh. Ia meninggalkan seorang isteri, tiga orang putera dan dua orang puteri.
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Andrew Johnson
Ditulis Oleh Black Hunter
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar